Rabu, 04 Agustus 2010

ingin menjadi kekasih-Mu duhai Sang Pencipta Jiwa ....







Demi untuk berjumpa dengan-Mu ...
aku asingkan seisi bumi
demi mendapatkan cahaya Qur'an-Mu...
aku sibakkan cakrawala
aku hamparkan permadani surga

demi mendapatkan kecintaan-Mu
kubuang semua rasa ingin itu
kubunuh rasa ingin bersama mereka
para pembunuh mimpi-mimpi malamku ....

renungan hati seroya genangkan jiwa
rasuki damai indah santun sapa
seindah zikir-zikir kerinduan...
lara,...sunyi lantunkan kerinduan
betapa aku merindukan sentuhan-Mu yaa Robb ...
belaian cinta-Mu endapkan segala arti
lebih berarti dari Dunia dan segala isinya ....

hilang sudah separuh jiwaku
pelukis indah suasana kalbu
jika senja itu tiada
hendak kemana mentari berkalam
dan siapa penuntun bulan mengarungi malam
tapi aku tidak akan pernah khawatir ....
karena cinta-Mu terus menyinari .....
hanya do'a pengantar rasa
ketika jiwa tak bersinggasana
fajar tak lagi memancarkan kehangatan
senja tak lagi mengantar ke peraduan
karena yang ada hanya gelapnya malam
tapi aku tidak akan pernah khawatir ....
karena cinta-Mu terus menyinari ......


dan inilah yang aku rindukan duhai robb ketika aku membacanya
"Hai jiwa yang tenang.Kembalilah kepada Tuhamu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu. Masuklah ke dalam surgaKu" (QS Al-Fajr :27-30)

PESANKAN SAYA TEMPAT DI NERAKA !!! (sebuah kisah tragis dari mesir)

Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat.
Seorang kolumnis majalah Al Manar
mengisahkannya…

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat.
Terutama bagi muslimah, untuk tetap
mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah
dan
panas tak lantas menjadikannya menggadaikan
akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan
menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa
dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.Dalam
sebuah perjalanan yang cukup panjang,
Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada
seorang perempuan muda berpakaian kurang layak
untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat.
Karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung
kursi dekat pintu keluar.

Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu
mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan
sebagai keprihatinan sosial. Seorang bapak
setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya
mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa
mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi
dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga
melanggar aturan agama dan norma kesopanan.

Tahukah Anda apa respon perempuan muda
tersebut?
Dengan ketersinggungan yang sangat ia
mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa
privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya
adalah hak prerogatif seseorang.

“Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong
pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!!
Sebuah respon yang sangat frontal.
Dan sang bapak pun hanya beristighfar. Ia terus
menggumamkan kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya suasanapun hening.
Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap
dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda
itu. Hingga sampailah perjalanan dipenghujung
tujuan. Di terminal akhir mikrobus Alexandria.

Kini semua penumpang bersiap-siap untuk
turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan
muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia
berada didekat pintu keluar. “Bangunkan saja!”
begitu kira-kira permintaan para penumpang.

Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda
tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui
ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus
beristighfar, menggumamkan kalimat Allah
sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk
disampingnya.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam
keadaan
menantang Tuhan. Seandainya tiap orang
mengetahui akhir hidupnya….
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa
berakhir setiap saat…
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan
Tuhannya dalam keadaan yang buruk…

Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan
Allah…
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih
terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang
dekat denganNYA semakin dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera
sadar…
mumpung kesempatan itu masih ada.

Nauzubilah mindzaliq

Minggu, 20 Juni 2010

Mengerikan!!! Lihat Kecepatan Internet Di Jepang

Setelah melihat hasil test kecepatan Beberapa ISP (Internet Service Provider) di Jepang saya jamin pembaca sekalian akan melongo. Jepang memang dikenal dengan Internet Speed Acces yang tinggi dan bahkan merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Alasan kenapa Jepang memiliki speed internet tinggi karena didukung jaringan kabel bawah laut yang luas serta dukungan fiber optic wire yang data cariernya jauh lebih bagus dibanding dengan kabel biasa.

Selain itu pengguna layanan provider tidak dikenakan biaya mahal. Perusahaan telekomunikasi Jepang, KDDI telah mengeluarkan jasa penyedia koneksi internet terbaru mereka yang diberi nama Hikari One Home Gigabit. Apa hebatnya mereka cuma memberikan kecepatan akses internet melalui kabel fiber sampai 1 Gbps (1000 Mbps).Untuk layanan secepat kilat itu, pengguna layanan hanya perlu membayar 5.560 Yen (sekitar Rp. 512.000) per bulannya. Tentunya hal ini dipastikan tidak akan sering putus nyambung seperti provider nasional.
Untuk home internet kecepatan 1 Gbps sangatlah luar biasa, bagaimana tidak dengan kecepatan seperti itu mendownload file 100 MB bisa ditempuh dalam waktu 1 menit saja. Bagi yang hobi download bisa dipastikan hardisk komputer bakal jebol dalam hitungan hari saja.

Tidaklah mengherankan apabila di negeri samurai itu memiliki kecepatan broadband akses yang luar biasa. Kebutuhan internet di jepang seperti kebutuhan makan dan minum saja. 75% penduduk jepang menggunakan internet dan ditujukan untuk bekerja. Berbeda dengan di Indonesia pengguna internet hanya mencapai 15% saja dari total penduduk.

sumber : http://amazing.okabasi.com

Bercermin Pada Khalid Bin Walid

Melakoni jalan hidup tak ubahnya seperti menelusuri jalan setapak di pegunungan. Kadang menurun, suatu saat menanjak melampaui pucuk pohon tertinggi. Saat itulah, semua terlihat kecil. Bahkan, puncak gunung pun ada di telapak kaki. Berhati-hatilah, karena di balik gunung ada jurang.

Kurir Khalifah Umar Al-Khaththab agak heran dengan reaksi Khalid bin Walid. Selepas membaca surat khusus Khalifah, panglima perang Islam yang kesohor itu bicara pelan kepada sang kurir. “Jangan sampaikan pada siapa pun isi surat ini.” Dan kurir itu pun setuju.

Itulah pesan Khalid bin Walid sesaat setelah membaca surat penghentian jabatan panglima perang dirinya. Sama sekali, hal itu bukan lantaran ia menolak titah khalifah yang baru dilantik. Bukan pula karena khawatir kalau popularitasnya akan merosot. Ia cuma ingin menjaga agar semangat pasukan tetap prima. Dan kemenangan Perang Yarmuk yang sedang bergolak pun bisa diraih.

Popularitas Khalid dalam kemiliteran Islam saat itu, memang nyaris tak tertandingi. Ia memang sempurna di bidangnya: ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan kharismatik di tengah prajuritnya. Benar-benar idola yang pas buat mujahid Islam saat itu.

Keputusan Umar mengganti Khalid justru di saat puncak ketenaran bukan sebagai jegalan. Justru, Umar ingin menyelamatkan Khalid dari fanatisme yang berlebihan. Beliau pun khawatir kalau pasukan Islam mengalami pergeseran motivasi.

Menariknya, semua itu diterima Khalid dengan lapang dada. Dalam hitungan detik, ia bisa memahami maksud surat Umar itu. Ia tuntaskan perang dengan begitu sempurna. Setelah sukses, kepemimpinan pun ia serahkan ke penggantinya: Abu Ubaidah.

Itulah penggalan kisah seorang Khalid bin Walid. Pelajaran berharga buat mereka yang mengalami fitnah popularitas. Sekecil apa pun ketenaran, kalau tidak dibangun dengan pondasi yang kokoh, akan menjadi bencana besar. Setidaknya, buat kebaikan diri sang tokoh.

Kalau merujuk pada sosok Khalid bin Walid, ada beberapa bekal yang bisa diambil pelajaran. Pertama, ketokohan Khalid asli datang dari dalam. Bukan sekadar rekayasa media, bukan juga klaim sepihak. Itulah kelebihan khusus Khalid. Rasulullah saw. dan Khalifah Abu Bakar mengembangkan kelebihan itu pada saluran yang pas.

Kelebihan yang alami itulah yang menjadikan ketokohan Khalid tak terbantahkan. Bahkan, oleh musuh sekali pun. Seorang panglima Romawi, Georgius, pernah mengatakan, “Saya ingin sekali jawaban jujur dari Anda, Wahai Panglima. Apakah Tuhan menurunkan pedang dari langit kepada Nabi Anda dan pedang itu diserahkan khusus buat Anda?” Tentu saja, pertanyaan itu membuat Khalid bin Walid tersenyum.

Kedua, Khalid tidak terobsesi dengan ketokohannya. Ia tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan. Itu dianggapnya sebagai bagian dari buah perjuangan. Hal itulah yang pernah diungkapkan Khalid mengomentari pergantiannya, “Saya berjuang untuk kejayaan Islam. Bukan karena Umar!” Jadi, di mana pun posisinya, selama masih bisa ikut berperang, stamina Khalid tetap prima. Itulah nilah ikhlas yang ingin dipegang seorang sahabat Rasul seperti Khalid bin Walid.

Rasulullah saw. mengatakan, “Siapa memurkakan Allah untuk meraih keridhaan manusia maka Allah murka kepadanya dan menjadikan orang yang semula meridhainya menjadi murka kepadanya. Namun, siapa meridhai Allah meskipun dalam kemurkaan manusia maka Allah akan meridhainya dan meridhakan kepadanya orang yang pernah memurkainya. Allah memperindahnya, memperindah ucapan dan perbuatannya.” (HR. Aththabrani)

Ketika popularitas ada di tangan, sebenarnya seseorang sedang berada di puncak godaan. Persis seperti kuli bangunan yang berada di gedung tinggi. Kian tinggi posisinya, semakin besar tiupan angin. Dan kalau jatuh pun akan jauh lebih sakit.

Di antara godaan itu mengatakan, “Anda ini orang besar. Anda tahu apa yang Anda lakukan. Anda tak mungkin salah.” Pada saat yang bersamaan, kalau itu masuk dalam hati dan merembes menjadi sikap diri; orang menjadi ‘ujub. Ia merasa kalau dirinya memang besar. Tak ada yang layak mengatur dirinya. Termasuk, mungkin, oleh Allah swt. sendiri.

Itulah yang pernah diucapkan Iblis. “Saya lebih baik dari Adam. Aku dari api, dan dia dari tanah! Bagaimana mungkin mesti sujud padanya!” Itulah puncak kesalahan dari orang besar. Orang yang terjebak dalam kepopulerannya. Na’udzubillah!

Khalid bin Walid pun akhirnya dipanggil Allah swt. Umar bin Khaththab menangis. Bukan karena menyesal telah mengganti Khalid. Tapi, ia sedih karena tidak sempat mengembalikan jabatan Khalid sebelum akhirnya ‘Si Pedang Allah’ menempati posisi khusus di sisi Allah swt.

catatan dari : (Mochamad Bugi/dakwatuna)

Sumberv : http://semua-nyata.blogspot.com/2010/06/bercermin-pada-khalid-bin-walid.html

Cita-Cita Masyarakat yang Mengandung Nilai-Nilai Ilahiyah

Inilah cita-cita yang dibawa oleh para Rasul dan para penerus mereka. Tidaklah mereka diutus melainkan untuk menegakkan kalimat Tauhid dan membebaskan manusia dari thoghut.

Rasulullah SAW datang bukan membawa Pan-Arabic untuk melawan Imperium Roma dan Persia. Bukan pula membawa jargon marheinisme untuk menentang kaum borjuis. Semua itu hanya menimbulkan pemerintahan manusia (demokrasi) dimana manusia menjadi pembuat hukum.

Rasulullah SAW membawa panji Tauhid. Inilah sebabnya beliau ditentang oleh oleh para pemuka Quraisy pada awalnya. Tetapi ketahuilah, panji Tauhid inilah yang mengantarkan masyarakat Arab pada persatuan, sebab Tuhan mereka hanyalah Allah. Nilai-nilai Ilahiyah inilah yang mengantarkan bangsa Arab kepada kemajuan yang luar biasa.

Dengan aqidah Tauhid, bangsa Arab tidak lagi terkungkung oleh materi atau pun penguasa zholim. Para shahabat rela menyerahkan harta dan jiwa mereka demi pemerintahan Tuhan. Pemerintahan Tuhan itu kemudian terbit dari Madinatun Nabi sebagaimana sebelumnya pernah terbit bersama Musa. Dalam pemerintahan Tuhan, hukum yang digunakan adalah hukum dan perintah Tuhan. Adapun manusia hanyalah khalifah-Nya di muka bumi.

Berkatalah ia: “TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala. [Ulangan 33:2]

Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! [Yesaya 21:14]

Di dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa pada perang Uhud, ada seorang shahabat yang duduk beristirahat bersama Nabi sambil memakan kurma. Shahabat tersebut bertanya kepada Rasul SAW, “Wahai Rasulullah! Jika aku maju ke medan perang karena Allah. Lalu aku terbunuh, di manakah tempatku?” Rasul menjawab, “Syurga.” Maka shahabat tersebut maju ke medan perang dan terbunuh.

Shahabat tersebut meninggalkan kurma-kurma yang telah berada di tangannya demi menegakkan kalimat Laa ilaaha illallooh, untuk dapat segera berjumpa dengan Allah di surga. Ya, dia telah meninggalkan dunia yang sedikit ini demi kekasihnya yang abadi. Dia berkorban demi Allah, bukan demi demokrasi absurd atau pun materi.

Untuk mengubah masyarakat kepada kebaikan haqiqi itu dibutuhkan perubahan cita-cita, yaitu kepada tegaknya kalimat Tauhid. Barangsiapa yang berjuang untuk menegakkan dan meninggikan kalimat Tauhid, itulah dia yang berjuang di jalan Allah.

Dengan nilai-nilai Ilahiyah yang telah tertanam di hati itulah Sayyidina Abu Bakr sanggup menyerahkan seluruh hartanya di jalan Allah. Sayyidina Bilal bin Rabah pn rela mengalami siksaan demi mempertahankan kalimat Tauhid. Mereka adalah orang-orang yang telah terbebas dari kungkungan dunia dan thoghut. Keterbatasan materi dan kedudukan duniawi tidak menyebabkan mereka berpikiran picik. Nilai-nilai Tauhid telah memberi mereka energi luar biasa untuk berda’wah, mengajak manusia kepada Allah. Bahkan mereka adalah orang-orang yang tidak mengambil dunia ini kecuali sedikit saja. Maka tidaklah mungkin mereka tergolong orang-orang yang berjuang demi materi dan kedudukan.

Jika ummat Islam ingin berubah dan bangkit, maka tidak ada kata lain, kecuali mereka harus menanamkan nilai-nilai Ilahiyah dalam diri mereka, dan menularkannya. Perubahan itu akan terjadi bila pergerakan yang ada mengandung nilai-nilai Ilahiyah (kebenaran, keadilan, dan kesamaan harkat menurut hukum Tuhan), terkait dengan orang banyak, dan diperjuangkan bersama (berjama’ah/bersinergi).

Untuk mewujudkan perubahan itu diperlukan para da’i dan pendidik yang menanamkan nilai-nilai Ilahiyah. Sungguh, sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi banyak manusia. Dan itu bisa digapai oleh para da’i yang memberi dampak positif kepada masyarakat dengan membawa mereka kepada kebahagiaan haqiqi. Allah telah mengabadikan orang-orang seperti ini dalam Al-Qur`an dan juga dalam kitab-kitab tulisan manusia. Maka tercatatlah nama-nama mereka yang dalam kehidupannya harus berhadapan dengan pemerintahan thoghut, dan mengajak masyarakat yang materialis untuk kembali kepada nilai-nilai Ilahiyah.

Nabi Ibrahim yang berhadapan dengan Namrudz. Nabi Luth yang menghadapi penyembah seks. Nabi Musa yang menghadapi Firaun (thoghut), Hamman (penyembah kedudukan), dan Qorun (materialis). Nabi Muhammad yang menghadapi kaum musyrikin dan pemuka-pemuka mereka, baik yang di Arab, Persia, maupun Romawi. Mereka semua adalah para penyeru kepada Tauhid yang berkata kepada kaumnya, “Hai kaumku! Sembahlah Allah yang tiada sembahan bagi kamu melainkan Dia.” (Lihat QS. Al-A’raf: 59,65,73,85; Hud: 50,61,84)

Katakanlah (Muhammad): “Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”. [QS. Al-A’raf (7): 158]

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu” [An-Nahl (16):36]

Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” [Al-Maidah (5):72]

Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! [Ulangan 6:4]

Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. [Markus 12:29]

Para Nabi telah memobilisasi masyarakat untuk mewujudkan cita-cita luhur, menempatkan kalimat Laa ilaaha illallooh di tempat yang tertinggi. Tidak akan berubah ummat ini dari kesengsaraan dan keterpurukan hingga mereka mau mengubah cita-cita mereka kepada penegakan kalimat Laa ilaaha illallooh. Dan tidak akan hilang ni’mat yang ada pada ummat ini hingga mereka meninggalkan nilai-nilai Ilahiyah.

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. [QS. Ar-Ra’d (13): 11]

Akhil karim! Kita adalah agen perubahan. Tegakkan kalimat Tauhid di hati kita, maka tegaklah kalimat Tauhid di muka bumi!

sumber : http://manhaj-salaf.net46.net/nilai-nilai-ilahiyah/

Wallahu a’lam.

Rabu, 20 Januari 2010

Mengenal Malaikat Maut

Diciptakannya Malaikatul Maut oleh Allah Ta'ala adalah untuk memegang mati (pencabut nyawa). setelah Malaikatul maut itu diberi tugas untuk mencabut nyawa, ia bertanya "Ya Tuhanku, apakah gerangan maut itu ? "Maka Allah Ta'ala memerintahkan hijab untuk membukakan diri dan tahulah Malaikat Maut akan kematian. Kemudian Allah berfirman kepada sekalian malaikat " Mendekatlah kamu semua dan lihatlah Malaikatul Maut ini! Setelah semua Malaikat mendekat, Allah berfirman kepada Malaikatul Maut : "Terbanglah di atas mereka dan bentangkan seluruh sayapmu serta bukalah semua matamu!" Ketika malaikatul Maut menuruti semua perintah Allah Ta'ala, sekalian malaikat pun tersungkur dan pingsan selama 1000 tahun.

Ketika para Malaikat telah siuman kembali, mereka bertanya kepada Allah "Ya Tuhan kami, mengapa engkau menciptakan yang lebih besar dari makhluk ini ?" Allah berfirman " Aku yang menciptakannya dan Aku lebih besar darinya. seluruh makhluk akan merasakan darinya!" kemudian Allah melanjutkan firmannya: " Ya Izrail cabutan nyawa (mati) telah aku pasrahkan kepadamu untuk mencabutnya! "Izrail bertanya, "Ya Tuhanku, dengan kekuatan apa aku mencabut nyawa, karena sesungguhnya mati itu lebih besar daripada aku.

Kemudian Allah pun memberi kekuatan pada Izrail, untuk mencabut mati, dan digenggamlah mati itu di tangannya. dan maut (mati) itu berkata, " ya Tuhanku, izinkanlah aku untuk memanggil sekali saja seluruh langit!" Allah pun mengizinkannya. Kemudian Maut memanggil seluruh langit dan isinya dengan suara yang keras : "Aku adalah Maut!. Yang memisahkan tiap-tiap kekasih, Aku adalah maut yang memisahkan anak dengan ibunya! Aku adalah Maut yang memisahlkan saudara laki-laki dengan saudara wanita! Aku adalah Maut yang meramaikan kubur! Meskipun kamu berada di gedung besi yang terkunci rapat, Aku akan memburumu dan menemukanmu. Tidak ada seorang makhluk pun, kecuali akan merasakan aku!"

Sesungguhnya orang-orang kafir & munafik adalah orang-orang yang celaka, ketika maut mendatangi mereka, Malaikat Azab yang hitam mukanya turun di sisi kiri mereka, dengan mata melotot dan dengan memakai pakaian diri siksa(azab). Lalu Malaikat Azab duduk agak jauh dari si kafir, samapai datang malaikat maut, untuk mencabut nyawa orang kafir dan munafik, malaikat maut datang dalam bentuk yang sangat menyeramkan.

Maka berkatalah orang kafir yang telah mati itu, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku, agar aku berbuat amalan shalih yang pernah aku tinggalkan. Dan berfirman Allah Ta'ala " Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sedikitpun dan tidak pula mendahulukannya.”

Maka dicabutlah nyawa oleh Malaikatul Maut. Jika orang itu beriman, maka ia akan bebahagia. Namun jika orang itu munafik ia akan celaka, karena apa yang diperbuatnya di dunia senantiasa dipoantau dan amalannya ditulis dalam kitab.


Malaikat Maut dan Cara Mencabut Nyawa


Di sebutkan dalam kitab ”As-Suluki” Bahwa Muqatil bin Sulaiman pernah berkata: Malaikat maut itu mempunyai ranjang yang terletak di langit ketujuh, ada yang mengatakan, di langit keempat. Allah Ta’ala menciptakan maut dari cahaya. Ia mempunya 70.000 kaki dan mempunyai 4000 sayap, yang seluruh jasadnya dipenuhi dengan beberapa mata & lisan. Tidak ada seorang pun dari anak turun Adam, burung, termasuk setiap makhluk yang mempunyai nyawa, kecuali dirinya berada dalam kekuasaan malaikat maut.

Ia mempunyai wajah, mata, tangan dan telinga yang jumlahnya menurut bilangan seluruh manusia maupun makhluk yang bernyawa lainnya, maka ia mencabut ruh dengan menggunakan tangannya itu. Ia melihat dengan wajahnya tepat pada wajah manusia. Demikianlah cara ia mencabut nyawa para makhluk. Ketika seseorang telah meninggal, maka hilanglah dari jasadnya gambar orang tsb.

Dikatakan dia berwajah empat, satu wajah di muka, satu wajah di kepala, satu dipunggung dan satu lagi di telapak kakinya. Dia mengambil nyawa para nabi dari wajah kepalanya, nyawa orang mukmin dengan wajah mukanya, nyawa orang kafir dengan wajah punggung dan nyawa seluruh jin dengan wajah tapak kakinya.

Sebelah kakinya berada di jambatan neraka dan sebelah lagi di Syurga. Andaikata dituangkan seluruh laut dan sungai ke atas kepalanya, nescaya tidak akan jatuh walau setiitk airpun ke bumi menunnjukkan betapa besarnya jasadnya.

Malaikat Maut telah bertanya kepada Allah SWT tentang cara mencabut nyawa seseorang itu katanya : “Wahai Tuhanku, katakanlah kepadaku bagaimanakah akau hendak mencabut nyawa seseorang itu dan dalam keadaan yang macam mana ?”

Allah SWT menjawab : “Wahai Malaikat Maut, ilmu itu adalah asing sekali. Tiada siapapun yang mengerti kecauli Aku tetapi Aku akan memberitahu kedatangan waktunya kepadamu dan Aku buat tanda-tanda kepadamu yang berdiri padanya”.

Menurut Kabil Akbar katanya : “Allah SWT telah menciptakan sebuah pohon di bawah Arsy yang mana daunnya sama banyak dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Jika seseorang itu telah diputuskan ajalnya, maka umurnya tinggal 40 hari dari hari yang diputuskan. Maka jatuhlah daun itu kepada Malaikat Maut, tahulah bahawa dia telah diperintahkan untuk mencabut nyawa orang yang tertulis pada daun tersebut.

Setelah itu mereka menyebut orang yang tertulis pada daun tersebut sebagai mayat di langit, padahal dia masih hidup di dunia untuk tempoh 40 hari.
Kemudian akan jatuh dua titisan dari arah Arsy pada daun tersebut iaitu sama ada titisan hijau ataupun putih. Hijau menandakan bakal si mayat akan mendapat kecelakaan sementara putih mengambarkan dia akan mendapat kebahagiaan.

Rabu, 16 Desember 2009

BANGSA KASIHAN oleh : Kahlil Gibran








Kasihan bangsa
yang mengenakan pakaian
yang tidak ditenunnya,
memakan roti dari gandum
yang tidak ia panen,
dan meminum susu
yang ia tidak memerasnya.

Kasihan bangsa
yang menjadikan orang dungu
sebagai pahlawan
dan menganggap penindasan penjajah
sebagai hadiah.

Kasihan bangsa
yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya
ketika tidur,
sementara menyerah padanya
ketika bangun.

Kasihan bangsa
yang tidak pernah angkat suara
kecuali jika sedang berjalan
di atas kuburan,
tidak sesumbar
kecuali di reruntuhan,
dan tidak memberontak
kecuali ketika lehernya sudah berada
di antara pedang dan landasan.

Kasihan bangsa
yang negarawannya serigala,
filosofnya gentong nasi,
dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.

Kasihan bangsa
yang menyambut penguasa barunya
dengan terompet kehormatan,
namun melepasnya dengan cacian,
hanya untuk menyambut penguasa baru lain
dengan terompet lagi.

Kasihan bangsa
yang orang sucinya dungu
menghitung tahun-tahun berlalu,
dan orang kuatnya masih dalam gendongan.

Kasihan bangsa
yang terpecah-pecah,
dan masing-masing pecahan
menganggap dirinya sebagai bangsa

Senin, 23 November 2009

sepi . . . takutkah aku ?

Deddy Milano . . .

aku masih ingat saat pertama mengenal matamu,
ada bingkai nanar yang membius keliaran ku.
begitu segar di ingatanku akan teriakanmu,
bahasa pertamamu pun seperti ayat-ayat suci meneduhkan kebusukan ku,
kau memang istimewa,
tapi apakah pantas ?

kini, entah apa yang akan terjadi dengan diri kita
apakah berlebihan bila ku analogikan bahwa separuh kaki kita berada di atas jurang sekarang
seakan bisa saja besok pagi kita terpisah di lembah sana
mencari peta sendiri, tanpa lagi kebersamaan.
menikmati kesunyian dan kesuraman hati di tengah keramaian

benar katamu, tidak ada yang bisa kita selamatkan
rumah kita telah mejadi puing-puing lapuk
kosong tanpa ruh.
jendela hangat yang biasa kita seduh tiap pagi berdua
adalah fatamorgana...

mengapa kesendirian begitu menakutkan jiwaku ?
mengapa aku begitu merasa takut sekali ?
apakah aku terupa ?
padahal semua yang tercipta ini berawal dan akan berakhir dalam kesendirian.
namun entah mengapa,
kesendirian menjelma kesunyian kelam yang menjadi momok di pikiran kecilku.

Selasa, 17 November 2009

Renungan oh renungan ?


Melihat carut marutnya negeri ini
Menatap perihnya hidup di negeri ini
Melihat segala ketidakadilan di negeri ini
Menatap wajah-wajah lusuh tak bersemangat
Menatap wajah-wajah pongah dengan segala keserakahannya
Menatap anak-anak kecil berlarian di perempatan jalan
Bernyanyi riang dalam kepedihan, untuk kemudian
Menadahkan botol plastik bekas minuman
Berharap pada belas kasihan
Walau sekedar untuk uang recehan

Melihat dan menatap negeri ini
Terasa ada sesuatu yang hilang
Melihat dan menatap negeri ini
Terasa ada sesuatu yang sumbang

Melihat betapa kayanya negeri ini
Menatap betapa Tuhan telah bermurah hati pada negeri ini
Melihat betapa alam telah menyediakan semuanya bagi negeri
Terlihat jelas ada ketidakdilan dan keserakahan pada negeri ini

Menatap anak-anak negeri ini
Menjadi pengemis di negerinya sendiri
Menatap pemuda-pemudi negeri ini
Menjadi buruh-buruh miskin di negeri ini
Menatap petani-petani negeri
Menjadi sapi perah cukong-cukong asing dan pribumi
Melihat 200 juta lebih penduduk negeri ini
Berlumur peluh untuk sepiring nasi
Menatap negeri ini semakin hari semakin terasa
Betapa banyak yang harus kita benahi

Melihat pemimpin negeri ini
Berkotbah di depan televisi
Tapi jelas bukan untuk rakyat negeri ini
Melihat wakil-wakil rakyat di negeri ini
Saling hantam saling caci
Tapi jelas bukan untuk 200 juta penduduk negeri ini
Menatap orang-orang kaya di negeri ini
Berlomba unjuk kekayaannya
Dan sangat jelas itu bukan ditujukan bagi rakyat negeri ini
Agar semakin terasa perih hidup di negeri ini

Mencoba melupakanmu ...


Dulu ada kursi panjang disini. Persis di tempatmu menangis.
Ada sepasang burung dan kupu-kupu.
Kadang ada seorang lelaki duduk disini, menyanyi bersama sepi sunyi.
Dulu ketika kau pergi dan tak pernah kembali.

Di kursi ini juga kucium bibirmu pertama kali,
untuk kunci saat kau kembali.
Tapi kau tak pernah kembali, maka ketika ada seorang gadis
duduk dan mencium bibirku disini, diriku hanya diam mencoba menghapus
wajahmu dihati.

Kamis, 25 Juni 2009

Rindu aku mati dijalan Mu, Yaa Robb ...

mata mujahid itu tak akan terpejam
tatkala bumi itu masih terkoyak
tatkala darah masih senantiasa tertumpah
tatkala wajah-wajah mungil masihlah menjadi sasaran
tatkala ibu harus ridho kehilangan jundinya

jiwa mujahid itu tak akan lelah
menapaki hari merajut kesyahidan
menapaki jam diiringi dentuman meriam
menapaki detik menjemput maut


langkah mujahid itu akan tetap tegar
walau dalam cabar
tetap gagah dan penuh sabar
sehingga membuat musuh bergetar
karena ridho Allah diatas segalanya ...

meski tak ada lagi saudara
meski darah telah tertumpah
meski nyawa mesti terjual
namun bidadari menantimu pasti
duhai mujahid...

karena hanya satu cita mujahid itu
menjumpaiMu
menatapMu
menggapai ridhoMu
menikmati jannahMu

Kamis, 23 April 2009

Batam dan Seribu Satu Permasalahannya (Bagian2)

Transportasi Darat dan Sejuta masalahnya... Dahulunya Batam memiliki taksi sebagai angkutan transportasinya, kini dengan bertambahnya jalan dan penduduk di kota ini, kebutuhan transportasi angkutan menjadi bertambah dan meningkat. Kini warga Batam dapat menikmati angkutan carry dan minibus sebagai tambahannya. Alhamdulillah, melalui Pemerintah Kota Batam yang saat ini dipimpin Oleh Ahmad Dahlan dan Ria Saptarika, angkutan transportasi ini ditambah, melalui Dinas Perhubungan Kota Batam, yaituBus Pilot Projetc (BPP) dengan tarif yang sangat murah. Bus tersebut merupakan alah satu alat tranportasi yang mengubungkan beberapa titik di Batam. Namun, problem jasa angkutan murah belum juga teratasi sebab baru menghubungkan titik-titik tententu saja.

Namun masih banyaknya taksi berplat hitam (taksi liar) , sehingga membuat transportasi di Kota ini masih dalam keadaan semrawut, dan dengan masih berkeliarannya taksi liar ini sangat berpengaruh kepada keamanan, sehingga keamanan menjadi kurang efektif, terjadinya kriminalitas. Ini sangat diperlukan ketegasan Dinas Perhubungan dalam mengatasi masalah transportasi di kota Batam ini, agar lalu lintas di Kota kita ini menjadi lebih baik.

Batam dan Seribu Satu Permasalahannya

Tenaga Kerja dan Permasalahannya .

Batam merupakan kota yang menjadi bagian dari propinsi Kepulauan Riau (Kepri), merupakan kota industri yang banyak menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduknya dan juga yang merantau ke daerah ini. Dan semenjak diberlakukannya Free Trade Zone, sehingga memudahkan para investor berinvestasi lebih besar lagi terhadap kota ini. Walaupun Kota Batam menjadi kawasan Industri dan Investasi dengan keunggulan yang mampu bersaing dalam hal letak strategis dan tenaga kerja murah, namun ada baiknya permasalahan kualitas tenaga kerja mulai dipikirkan dari sekarang. Jika ini dibiarkan, ini akan menjadi suatu paradoks dalam era Free Trade Zone ini.

Oleh karena itu diperlukan meningkatkan nilai-nilai sumberdaya manusianya, agar para tenaga kerja lokal tidak terhimpit oleh keunggulan tenaga kerja asing, dan ini sangat diperlukan kerja keras pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan agar bisa menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan bangsa lain. Masalah tenaga kerja ini akan sangat komplikasi jika tidak di atasi dari sekarang, karena pengaruh Free Trade Zone sangat besar terhadap perkembangan tingkat kerja itu sendiri.

Sebab Kondisi yang sebenarnya terjadi adalah, tenaga kerja lokal yang ada dirasakan belum dapat mendukung pengembangan kota Batam sebagai daerah industri. Ini diindikasikan dari masih begitu banyaknya permasalahan-permasalahan yang menyangkut SDM atau masalah ketenagakerjaan.


Dan perlu dilakukan langkah yang bijak dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia kita ini dalam mendukung pengembangan Kota Batam, yaitu dibangunnya Balai Latihan Kerja, untuk dapat menjamin dan meningkatkan kualitas dari tenaga kerja itu sendiri. Dan dibutuhkan kerjasama yang baik antar Pemerintah Kota Batam dan Swasta dalam mengatasi masalah ini.




Batam dan Segala Potensinya

Kita pastinya telah mengetahui jika kita ingin mengetahui suatu sasaran atau obyek yang sangat dipengaruhi oleh daya tarik dari sasaran atau obyek ingin kita capai tersebut maka kita akan berusaha untuk menyelidiki dan mendapatkannya dengan sedemikian rupa. Baik itu obyek yang alami maupun obyek yang berbentuk manajerial. Dan begitu juga yang terjadi pada pemerintah Batam untuk lebih keras dalam mensukseskan obyek tersebut, yaitu obyek wisata. Karena Kota Batam mulai diperhitungkan menjadi jajaran salah satu kota wisata yang ada di Indonesia, dan Batam pantas menjadi gerbang wisatawan mancanegara.

Memang jika dilihat dari potensi alami yang dimilik Batam, tidak secara menyeluruh menjadikan Batam ini menjadi kota seperti Bali dan Lombok, karena penggunaan sebagian besar tata ruang dari kota ini adalah lebih mengarah kepada bidang industri, perdagangan, alih kapal dan pariwisata.


Kawasan Industri Kabil


Kawasan On Shore, Mc Dermott, Batu Ampar


Kawasan Industri Batamindo, dilihat dari udara


Kapal Kargo yang sedang bersandar, Batu Ampar


Salah satu kawasan pariwisata di Batam, Harris Resort, Marina City, Batam

Oleh karena itu potensi wisata yang layak dijual kepada wisatawan domestik dan mancanegara adalah obyek wisata manajerial berbagai potensi yang ada seperti wisata MICE, Wisata Belanja (Great Sale), Wisata Kuliner, Wisata Religi bahkan Wisata Sejarah di ex-Camp Pengungsi Vietnam. Dengan tidak adanya Obyek Wisata Alami di Batam, membuat para pengambil kebijakan di Batam untuk melakukan pembenahan-pembenahan dari berbagai potensi wisata yang benar-benar mampu bersaing dengan potensi sejenis yang dimiliki oleh daerah lain di Indonesia atau mancanegara.

Konsep wisata manajerial, sepertinya mempunyai peluang baru dalam memberikan kenyamanan dan kepuasan bahkan kenyamanan para wisatawan untuk berkunjung ke suatu wilayah atau kota. Batam sebagai salah satu kawasan FTZ yang baru mendapatkan status tersebut sangat terbuka kesempatan dalam menerapkan konsep wisata manajerial tersebut.

Konsep Wisata manajerial yang baik senantiasa mengedepankan Kenyamanan (safety), Kepuasan dan Kebetahan (3K) tersebut. Kenyamanan sangat terkait dengan infrastruktur yang mendukung perjalanan wisata tersebut mulai destinasi di entry-entry point, masuk ke pelabuhan berbagai stakeholders di pelabuhan atau bandara tersebut memberikan kenyamanan dalam kunjungan tersebut.

Kemudian masuk ke sarana transportasi yang digunakan sepanjang aksesibilitas dari entry-point ke obyek-obyek wisata yang dituju juga menhasilkan pelayanan yang memberi kenyamanan. Intinya adalah Sukseskan Kunjungan Batam Tahun 2010 dan jadikan Batam ini kota Hijau yang asri dan nyaman.





Wisata Resor di Batam ( bagian2 )

Harris Resort Batam


Harris Resort Batam juga merupakan objek wisata resor di Kota Batam, terletak di pinggiran pantai dan pelabuhan Water Front city, yang mengantar turis-turis berangkat menuju Singapura hanya dengan 40 menit. Di resor ini juga menyajikan liburan dengan fasilitas yang menarik, wisata olahraga, wisata kuliner dengan menu masakan yang khas yang berasal dari dalam dan luar negeri. It's really unforgettable things if you stay here..

KTM resort
Terletak di Tanjung Pinggir, Sekupang, tidak membuat tempat ini sepi, namun pengunjungnya juga ramai, karena selain menyajikan wisata liburan, ditempat ini juga tersedia Vihara dan Klenteng, sebagai wisata religi bagi umat Budha. Apalagi pada perayaan hari imlek, tempat ini sangat digandrungi oleh wisatawan Malaysia dan Singapura, jadi selain mereka beribadah, mereka juga dapat menikmati liburan di tempat yang terletak di pinngir pantai Tanjung Pinggir tersebut.









Patung Dewi Kwan Im, sebagai sarana wisata religi bagi umat Budha









Pemandangan KTM Resort, Tanjung Pinggir, Batam

Wisata Resor di Batam

Berdasarkan keadaan Geografisnya, Batam adalah pulau yang dikelilingi oleh laut, dikarenakan itu Batam sangat baik sekali jika dijadikan tempat atau objek wisata pantai, dimana para pihak swasta membangun resor di tepian-tepian pantai di Batam untuk mendukung “Kunjungan Batam 2010″.

Batam memang telah lama dibangun tempat atau resor yang dijadikan sebagai objek wisata, dimana para pengunjung dapat menginap di sana dan menikmati keadaan alamnya. Adapun tempat-tempat wisata resor (resort) itu adalah :

Batam View Beach Resort

Terletak di Nongsa, Batam View beach Resort merupakan salah satu objek wisata resor terbaik yang ada di Kota Batam, dan bangunannya sangat eksklusif sekali dimana bangunannya dibangun di puncak bukit dengan akses ke pantai pribadi, melihat objek wisata resor di tempat ini sangat diminati oleh pengunjung mancanegara dimana resor ini juga salah satu Getaway yang terbaik di Asia yang fasilitasnya merupakan gabungan yang canggih antara fasilitas di dalamnya dengan keindahan alam sekitarnya.

Pemandangan Batam View Resort dilihat dari atas udara

Resor ini adalah tempat yang damai, sangat cocok untuk bersantai, namun lengkap dengan fasilitas dan luar ruangan untuk menikmati matahari (Sunset dan Sunrise), laut dan pasir. Juga dapat menikmati pemandangan dari skyline Singapura dan sekitarnya yang terbentang tanaman hijau dan hijau laut dari 10-hektar taman (menjadikan hotel ini hotel terbesar di Batam). Batam Vier Beach Resort adalah tempat yang ideal untuk penikmat liburan serta untuk rapat perusahaan, juga pelatihan, dengan fasilitas lengkap, termasuk akses internet nirkabel.

Turi Beach Resort

Pokoknya kalo kita udah berada di Nongsa, sangat banyak tempat yang menjadi objek wisata, salah satunya ya tempat ini, it is so ‘Paradise resort tourism’, kata orang-orang sono tuh, he he he ..we cannot forget the sweetest memory if we ever there, it’s gonna be a long truly unforgettable things….
Nongsa Point Marina Resort Bersebelahan dengan Turi Beach Resort, wah masih di Nongsa juga nih, ada Nongsa Point Marina Resort yang dimiliki orang yang sama. Konsep Nongsa Point Marina lebih western dengan parkir kapal layarnya.
Resort ini menjadi salah satu tujuan istirahat para pelayar international yang melintasi selat malaka menuju Australia atau sebaliknya. Selain kamar hotel, Nongsa Point Marina menyediakan villa, cottage untuk disewa. Banyak pekerja asing yang bekerja di Batam tinggal ditempat ini dengan menjadi tamu lebih betah untuk tinggal lebih lama.



Jumat, 10 April 2009

BATAM, THE BELOVED CITY


Visit Batam 2010

Sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 25 Tahun 2002 Tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau, termasuk Batam yang menjadi satu kesatuan dari pulau - pulau yang ada di Kepri ini , Perkembangan Kota Batam menjadi pesat.

Dan kini bersama Pemerintahan Kota Batam, Dinas Pariwisata Kota Batam sedang giat-giatnya meningkatkan programnya dalam mensukseskan, Kunjungan wisata Batam 2010, Visit Batam 2010, dimana kerja ini juga dibutuhkan dukungan dari semua pihak untuk mendukung program ini, agar Batam menjadi semakin jaya dan sukses dalam investasi pariwisatanya.

Karena masih banyak daerah - daerah di Pulau ini bisa menjadi nilai - nilai strategis untuk menjadikan tempat ini tempat wisata.

Berikut ini adalah lokasi lokasi wisata di Kota Batam :

Turi Beach, Wisata Resort, anda dapat menginap di hotel dan menikmati keindahan alam dan pantai di sekitaran Hotel ini.

Water Front City, Marina City, wisata pantai dan resor terletak di pinggir pantai Marina City, Tanjung Riau, Batam.


Hotel - hotel berbintang, yang terletak di jantung kota Batam, Nagoya.


Lapangan Golf Nongsa, Wisata Olah raga yang begitu dinamis dan strategis.

Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam.


Jembatan Barelang, Jembatan yang menghubungkan antara Pulau Batam sampai dengan Pulau Rempang dan Galang.

Pantai Batu Besar, Wisata Pantai yang indah juga didukung keadaan alam yang indah pula.

Daftar Blog Saya

Daftar Blog Saya

Welcome

MARI BERSAMA MENDUKUNG BATAM HIJAU DAN JADIKAN BATAM SEBAGAI KOTA WISATA

Make Our Town More Digitals

Let's beginning with digital, Batam's Digital Town, we need each other to work together in developing this technology, we need some cooperation between the elements of a good society and the government. . . Beginning now or not all ....

Penayangan bulan lalu

Followers

Mengenai Saya

Foto saya
i am cute and patient either, full of joke but serious too